Info UMKMPortal : Pengembangan

BRI Gelar Roadshow Parade UMKM di Beberapa Kota Besar

Pengembangan
Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) mempunyai peranan penting dan strategis dalam pembangunan ekonomi nasional. Selain berkontribusi dalam menggerakkan perekonomian nasional dan penyerapan tenaga kerja, UMKM juga memiliki andil dalam pemerataan hasil pembangunan. Mengutip data dari Profil Bisnis UMKM oleh LPPI dan BI tahun 2015, UMKM mempunyai tingkat penyerapan tenaga kerja sekitar 97% dari seluruh tenaga kerja nasional dan berkontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sekitar 57%. Namun pada tahun 2014, dari 56,4 Juta UMKM yang ada di Indonesia baru 30% yang mampu mendapatkan akses pembiayaan. Dari persentase tersebut, sebanyak 76,1% mendapatkan kredit dari bank dan 23,9% mengakses dari lembaga non bank. Dengan kata lain, hampir 60%-70% UMKM belum mempunyai akses pembiayaan melalui bank. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. yang memang fokus terhadap sektor UMKM, melihat UMKM masih memiliki potensi yang sangat besar untuk tumbuh dan berkembang di Indonesia. Selain memberikan akses perbankan yang terintegrasi, Bank BRI juga telah banyak melakukan berbagai hal yang berkaitan dengan pemberdayaan UMKM, beberapa diantaranya seperti pembangunan Rumah Kreatif BUMN, digitalisasi UMKM melalui e-pasar serta pemberian sejuta domain gratis bagi UMKM.Terobosan terbaru dari Bank BRI untuk lebih menggeliatkan potensi UMKM terutama di daerah adalah melalui roadshow parade UMKM di beberapa kota di Indonesia. Parade ini menggelar banyak kegiatan yang dapat dimanfaatkan baik oleh pelaku UMKM maupun pengunjung, diantaranya coaching clinicUMKM, bazaar UMKM, serta edukasi yang dibungkus dengan entertainment. Parade UMKM pertama digelar di Kota Semarang tanggal 5 Mei 2017. Rencananya, parade akan berlangsung selama 3 bulan hingga Juli 2017 dan puncak roadshow akan dilakukan di Kota Jakarta. Tujuan diselenggarakannya Parade UMKM ini adalah untuk meningkatkan kapasitas melalui pelatihan dan pendampingan kepada pelaku UMKM. Peningkatan kapasitas pelaku UMKM di acara ini melalui penetrasi digital / e-commerce dan kesempatan untuk berkonsultasi dalam pengembangan bisnis. Melalui acara ini pula, Bank BRI ingin semakin mempererat hubungan dengan pelaku UMKM, masyarakat serta stakeholder lainnya di daerah. Event ini juga bisa menjadi sarana promosi yang efektif bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produknya, baik dalam skala nasional maupun internasional.Selain itu, melalui acara ini pula Bank BRI bertujuan meningkatkan literasi keuangan bagi masyarakat sekitar melalui pengenalan terhadap produk-produk perbankan dan jasa keuangan lain. Dalam parade UMKM ini, Bank BRI mengedepankan strategi pemasaran yang terintegrasi dari BRI Group, termasuk dari induk perusahaan dan anak perusahaannya yang terdiri dari BRI Agro, BRI Syariah, BRI Life dan BRI Finance. Dengan adanya pameran UMKM ini, diharapkan semakin memperkuat posisi Bank BRI dalam memberdayakan pemberdayaan UMKM di Indonesia. Sampai dengan saat ini, BRI telah memberikan akses inklusi keuangan dan pembiayaan bagi UMKM, memberikan sentuhan teknologi digital serta pelatihan dan pengembangan bagi pelaku UMKM di seluruh Indonesia. Dukungan yang diberikan Bank BRI tersebut bertujuan membuat pelaku UMKM naik kelas. Harapannya, dengan naik kelas maka UMKM binaan BRI mampu menyerap lebih banyak tenaga kerja dan menggerakkan perekonomian nasional. Para pelaku UMKM dan pengunjung yang datang akan merasakan pengalaman yang unik, dimana dalam acara tersebut seluruhnya akan menggunakan close system oleh Bank BRI serta digital banking experience melalui pembukaan rekening menggunakan e-form BRI. Selain berbelanja, pengunjung diharapkan dapat terhibur dengan performa dari artis lokal dan nasional serta games dengan hadiah yang menarik. Sumber : Liputan6.com

Upaya Untuk Mengembangkan UKM Indonesia

Pengembangan
UKM memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia. UKM merupakan cikal bakal usaha besar. Sebagian besar usaha besar berawal dari UKM. UKM harus terus dikembangkan agar maju dan punya daya saing di depan usaha besar, sehingga tetap menjadi jantung perekonomian Indonesia yang berkembang. Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Para pelaku UKM sendiri hendaknya juga punya keinginan untuk berkembang. Pemerintah hendaknya dapat memecahkan persoalan klasik yang kerap kali menerpa UKM. Yakni akses ke pasar, akses ke modal, akses ke teknologi. Selain masalah kondisi kerja, promosi usaha baru, akses ke informasi, kualitas produk dan sumberdaya manusia, layanan pengembangan usaha dan klaster, jaringan bisnis dan daya saing. Beberapa upaya dapat dilakukan untuk mengembangkan UKM. Antara lain: 1. Menciptakan iklim usaha yang kondusif Jika ini tugas pemerintah, yang hendaknya dilakukannya adalah mengusahakan ketenteraman dan keamanan berusaha serta penyederhanaan prosedur perizinan usaha, dan keringanan pajak. 2. Bantuan permodalan Jika ini tugas pemerintah, yang hendaknya diupayakan adalah memperluas skema kredit alias disediakannya pinjaman khusus, yakni yang syarat-syaratnya tidak memberatkan. Kredit khusus ini disediakan sektir jasa keuangan formal maupun non-formal, dan bukan hanya lembaga keuangan mikro perbankan seperti bank perkreditan rakyat dan BMT, serta lembaga keuangan non-perbankan seperti leasing dan modal ventura. Termasuk di dalamnya penjaminan kreditnya. 3. Perlindungan usaha Jenis-jenis usaha tertentu, terutama yang tradisional dan dilakukan oleh golongan ekonomi lemah, haruslah mendapatkan perlindungan dari pemerintah. Baik melalui undang-undang maupun peraturan di bawahnya. 4. Pengembangan kemitraan Perlu dikembangkan kemitraan antar-UKM dan antara UKM dan pengusaha besar di maupun di luar negeri untuk menghindarkan monopoli. 5. Pelatihan Pemerintah perlu meningkatkan kegiatan pelatihan bagi pelaku UKM, terutama yang menyangkut kewiraswastaan, manajemen, administrasi dan pengetahuan serta keterampilan dalam pengembangan usahanya. Membentuk lembaga khusus. Yang dimaksud adalah lembaga yang mengkoordinasikan semua kegiatan pengembangan UKM. Lembaga ini sekaligus juga berfungsi mencari solusi untuk mengatasi permasalahan internal dan eksternal yang dihadapi UKM. 6. Memantapkan asosiasi Asosiasi yang telah ada perlu diperkuat. Maksudnya untuk meningkatkan perannya sebagai pengembang jaringan informasi usaha yang sangat dibutuhkan UKM anggotanya. 7. Mengembangkan promosi Guna lebih mempercepat proses kemitraan antara UKM dan usaha besar, diperlukan media khusus untuk mempromosikan produk-produk UKM. 8. Mengembangkan kerjasama yang setara Maksudnya adalah kerjasama atau koordinasi yang serasi antara pemerintah dan dunia usaha (UKM) untuk menginventarisasi berbagai isu mutakhir terkait perkembangan usaha. 9. Mengembangkan sarana dan prasarana Perlu disediakan lokasi usaha bagi UKM di tempat-tempat strategis. SUMBER : Kom. Pengusaha Muslim

Copyright © 2016 - 2018 UMKMPortal.com

Powered by CNPLUS | DoktorTJ.com