Info UMKMPortal

BRI Gelar Roadshow Parade UMKM di Beberapa Kota Besar

Pengembangan
Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) mempunyai peranan penting dan strategis dalam pembangunan ekonomi nasional. Selain berkontribusi dalam menggerakkan perekonomian nasional dan penyerapan tenaga kerja, UMKM juga memiliki andil dalam pemerataan hasil pembangunan. Mengutip data dari Profil Bisnis UMKM oleh LPPI dan BI tahun 2015, UMKM mempunyai tingkat penyerapan tenaga kerja sekitar 97% dari seluruh tenaga kerja nasional dan berkontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sekitar 57%. Namun pada tahun 2014, dari 56,4 Juta UMKM yang ada di Indonesia baru 30% yang mampu mendapatkan akses pembiayaan. Dari persentase tersebut, sebanyak 76,1% mendapatkan kredit dari bank dan 23,9% mengakses dari lembaga non bank. Dengan kata lain, hampir 60%-70% UMKM belum mempunyai akses pembiayaan melalui bank. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. yang memang fokus terhadap sektor UMKM, melihat UMKM masih memiliki potensi yang sangat besar untuk tumbuh dan berkembang di Indonesia. Selain memberikan akses perbankan yang terintegrasi, Bank BRI juga telah banyak melakukan berbagai hal yang berkaitan dengan pemberdayaan UMKM, beberapa diantaranya seperti pembangunan Rumah Kreatif BUMN, digitalisasi UMKM melalui e-pasar serta pemberian sejuta domain gratis bagi UMKM.Terobosan terbaru dari Bank BRI untuk lebih menggeliatkan potensi UMKM terutama di daerah adalah melalui roadshow parade UMKM di beberapa kota di Indonesia. Parade ini menggelar banyak kegiatan yang dapat dimanfaatkan baik oleh pelaku UMKM maupun pengunjung, diantaranya coaching clinicUMKM, bazaar UMKM, serta edukasi yang dibungkus dengan entertainment. Parade UMKM pertama digelar di Kota Semarang tanggal 5 Mei 2017. Rencananya, parade akan berlangsung selama 3 bulan hingga Juli 2017 dan puncak roadshow akan dilakukan di Kota Jakarta. Tujuan diselenggarakannya Parade UMKM ini adalah untuk meningkatkan kapasitas melalui pelatihan dan pendampingan kepada pelaku UMKM. Peningkatan kapasitas pelaku UMKM di acara ini melalui penetrasi digital / e-commerce dan kesempatan untuk berkonsultasi dalam pengembangan bisnis. Melalui acara ini pula, Bank BRI ingin semakin mempererat hubungan dengan pelaku UMKM, masyarakat serta stakeholder lainnya di daerah. Event ini juga bisa menjadi sarana promosi yang efektif bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produknya, baik dalam skala nasional maupun internasional.Selain itu, melalui acara ini pula Bank BRI bertujuan meningkatkan literasi keuangan bagi masyarakat sekitar melalui pengenalan terhadap produk-produk perbankan dan jasa keuangan lain. Dalam parade UMKM ini, Bank BRI mengedepankan strategi pemasaran yang terintegrasi dari BRI Group, termasuk dari induk perusahaan dan anak perusahaannya yang terdiri dari BRI Agro, BRI Syariah, BRI Life dan BRI Finance. Dengan adanya pameran UMKM ini, diharapkan semakin memperkuat posisi Bank BRI dalam memberdayakan pemberdayaan UMKM di Indonesia. Sampai dengan saat ini, BRI telah memberikan akses inklusi keuangan dan pembiayaan bagi UMKM, memberikan sentuhan teknologi digital serta pelatihan dan pengembangan bagi pelaku UMKM di seluruh Indonesia. Dukungan yang diberikan Bank BRI tersebut bertujuan membuat pelaku UMKM naik kelas. Harapannya, dengan naik kelas maka UMKM binaan BRI mampu menyerap lebih banyak tenaga kerja dan menggerakkan perekonomian nasional. Para pelaku UMKM dan pengunjung yang datang akan merasakan pengalaman yang unik, dimana dalam acara tersebut seluruhnya akan menggunakan close system oleh Bank BRI serta digital banking experience melalui pembukaan rekening menggunakan e-form BRI. Selain berbelanja, pengunjung diharapkan dapat terhibur dengan performa dari artis lokal dan nasional serta games dengan hadiah yang menarik. Sumber : Liputan6.com

Dorong UKM Melek Internet, Google Buat Program Gapura Digital

Teknologi
Google baru saja mengumumkan dimulainya program pelatihan untuk Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang diberi nama Gapura Digital. Program ini diharapkan dapat membantu pelaku UKM untuk memanfaatkan internet dalam menjalankan bisnisnya."Program ini tak lepas dari komitmen Google untuk mendukung program pemerintah Indonesia untuk menjadi negara dengan ekonomi digital di Asia Tenggara," ujar Managing Director Google Indonesia Tony Keusgen saat peluncuran program Gapura Digital di Jakarta, Senin (15/5/2017).Head of SMB Marketing Google Indonesia Fida Heyder menuturkan, program pelatihan semacam ini sebenarnya telah dilakukan sejak 2014. Namun untuk program tahun ini dilakukan perubahan karena program sebelumnya dikemas dalam bentuk seminar. "Tahun ini, kami membuat program yang lebih mendalam dan dibagi dalam beberapa kelas sesuai kebutuhan peserta. Kelas tersebut mulai dari pelaku yang baru go online, pelaku yang sudah go online, dan ingin mengembangkannya, termasuk kelas khusus," tuturnya.Rencananya, program ini akan diadakan di 10 kota di Indonesia, yaitu Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, Denpasar, Yogyakarta, Semarang, Malang, Makassar, dan Pontianak. Sebagai permulaan, program ini sudah dimulai di Jakarta, Bandung, dan Surabaya mulai Mei 2017."Program ini rencananya sudah dapat dijalankan di 10 kota tersebut hingga akhir tahun ini," ujar Fida.Pelatihan ini pun dipastikan bebas biaya. Pelaku UKM yang tertarik cukup mendaftarkan diri memilih jadwal dan kelas sesuai kebutuhannya.Selain program Gapura Digital, Google juga menghadirkan layanan situs web gratis untuk pengguna Google Bisnisku. Kehadiran layanan ini tak lepas dari jumlah pelaku bisnis yang memiliki situsnya sendiri."Layanan ini pertama kali diluncurkan di Indonesia. Jadi, pelaku bisnis yang sudah terverifikasi di Google Bisnisku sudah dapat menggunakannya," ujar Head of Marketing Google Indonesia Veronica Utami.Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara yang hadir dalam peluncuran program baru ini turut mengapresiasi langkah Google. Hal itu tak lepas dari posisi UMKM sebagai kelompok ekonomi yang dikenal paling stabil, termasuk saat terjadi gejolak ekonomi"Karena itu, saya menantang Google untuk menghadirkan program serupa di wilayah lain, seperti Natuna saat proyek Palapa Ring sudah selesai," ucap pria yang akrab disapa Chief RA tersebut. Sumber : Liputan6.com

Pemkab Batang Dorong Pelaku UMKM agar Manfaatkan Teknologi

Teknologi
Bupati Batang Wihaji meminta pihak pengelola jalan tol untuk memberikan tempat memamerkan produk lokal Usaha Menengah Kecil Mikro (UMKM) di rest area jalan tol Batang – Semarang.Selain itu, ia menginginkan produk–produk lokal untuk di inventarisir mulai dari kuliner, makanan ringan hingga produk kerajinan kulit maupun kerajinan tangan lainnya. Produk-produk unggulan itu untuk dikenalkan dan dipamerkan pada pertemuan, ataupun pameran yang akan di gelar di segala kegiatan, baik sekala regional maupun nasional."Saya ingin ada produk lokal yang mau saya ke depankan sebagai salah satu produk unggulan Kabupaten Batang, yang akan kami kampanyekan tiap hari, saya kenalkan kepada tamu saya di rumah dan di kegiatan lainnya," ucap Wihaji seperti ditulis Jumat (28/7/2017). Ia juga meminta kepada pelaku usaha yang ada di Kabupaten Batang memulai memunculkan ide–ide cerdasnya untuk pengembangan dan mampu bertahan di tengah ekonomi global. Jadi pengusaha UMKM mampu mempertahankan diri dari keadaan pasang surut pertumbuhan ekonomi yang mempengaruhi daya beli masyarakat."Ekonomi sangat mempengaruhi perjalanan UMKM yang kadang tumbuh kadang jalan di tempat, kadang juga ambruk. Hal ini yang harus di sikapi oleh pengusaha untuk melakukan inovasi dan kreatifitas dalam produknya yang harus mengikuti pola pikir masyarakat yang selalu up to date," jelas dia.Dia menuturkan, pengusaha UMKM diminta juga untuk memanfaatkan teknologi informasi dalam pemasarannya, karena di era digital ini masyarakat kalangan anak muda cenderung suka membeli produk melalui media sosial atau on line."Teknologi di jadikan salah satu media penting untuk pemasaran UMKM untuk tingkatkan daya saing, karena hari ini HP sekarang bisa apa saja sehingga di tuntut kreatif dan inovatif dengan aplikasi bisa bertransaksi jual beli tanpa harus datang ke rumah atau dunia on line," kata dia.Wihaji berharap kepada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang bergerak di perbankan, untuk memberikan bantuan kredit modal usaha dengan bunga rendah dan lunak dengan persyaratan yang tidak berbelit."Harapan kami BUMD perbankan dapat memberikan modal usaha kepada UMKM agar mampu berdaya saing," tutur dia.Sementara itu, Kepala Dinas Perizinan Penanam Modal PTSP dan Tenaga Kerja Sri Purwaningsih mengatakan, ada 42 unit usaha dari klaster makanan, kerajinan batik dan madu di Batang. Untuk unit usaha kecil ada 12.613 unit usaha, untuk usaha mikro ada 88.710 unit usaha.Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang sudah memfasilitasi upaya kemitraan antara UMKM dengan sejumlah usaha besar, namun UMKM enggan melakukan kemitraan karena banyak persyaratan dan ribet."Dengan kegiatan temu usaha ini di harapkan terjalin komunikasi antara dua belah pihak, yang dapat memunculkan terjalinnya kemitraan yang lancar dan berkelanjutan," kata dia. Sumber : Liputan6.com

150 Juta Rakyat RI Konsumsi Makanan Impor

Bahan Baku
14 / 06 / 2017 Jakarta - Anggota Komisi V DPR Fary Djemi Francis mengatakan, berbagai kebijakan yang digalakkan pemerintah hingga saat ini masih belum berhasil mengatasi masalah ketersediaan pangan di Tanah Air. Itu karena sebagian besar pasokan pangan di Indonesia masih bergantung pada impor.Menurut Fary, pemerintah dengan segala kebijakan dan berbagai programnya hanya mampu mencukupi kebutuhan pangan 100 juta jiwa rakyat Indonesia."Kita kan tahu sekarang jumlah penduduk Indonesia sudah 250 juta lebih. Artinya 150 juta lainnya masih tergantung pada impor," terangnya dalam acara Bedah Visi Misi Capres 2014 Bidang Ekonomi Pertanian di Jakarta, Sabtu (21/6/2016).Menurutnya, ketergantungan impor pangan Indonesia telah melebar ke berbagai komoditas. Padahal mengutip apa yang dikatakan Soekarno, menurutnya hidup mati rakyat Indonesia tergantung pada pangan."Sekarang ini semua kita impor, beras, gandum, jagung, sapi, sampai garam pun kita harus impor," tukasnya.Lebih dari itu, dia juga menyayangkan, sebagai negara maritim ternyata pemerintah masih perlu mengimpor ikan. Selebihnya, dia berharap pemerintah yang baru dapat mengatasi ketergantungan impor pangan Indonesia yang terus meningkat tersebut. (Sis/Nrm) .Sumber : http://bisnis.liputan6.com

Komisi IV DPR Dukung Kebijakan Asuransi Petani

Keuangan
14 / 06 / 2017 Liputan6.com, Jakarta - Anggota Komisi IV DPR Fadly Nurzal mengatakan, pihaknya mengapresiasi langkah pemerintah memberikan asuransi subsidi Rp 150 ribu per hektare dari Rp 180 ribu biaya yang ditetapkan dengan nilai pertanggungan Rp 6 juta/ha.Menurut dia, program asuransi pertanian yang masuk dalam Paket Kebijakan Ekonomi Jilid III ini, menunjukan keberpihakan pada petani yang harus terus dijaga keberlanjutannya."Semoga dapat memberikan harapan baru kepada para petani sehingga berbagai kekhawatiran gangguan dari masa tanam tidak lagi menjadi momok buat petani. Semoga bisa meningkatkan produktivitas panennya," ujar Fadly di Jakarta, Kamis (8/10/2015).Fadly berharap, subsidi yang diberikan pemerintah untuk lahan pertanian sebesar 6 juta/hektare, harus tersebar merata dan tepat sasaran.  "Sehingga target swasembada yang kita idamkan kembali bisa kita wujudkan di negeri ini. Semoga kebijakan ini berdampak cepat terhadap perekonomian kita khususnya di sektor pertanian," papar dia.Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini juga meminta semua pihak dapat mengawal kebijakan ini. Kata dia, sebagai negara agraris, peningkatan di sektor pertanian adalah kunci masa depan bangsa Indonesia. "Ya ini juga menjadi bagian dari kedaulatan pangan yang kita cita-citakan," pungkas Fadly. (Dms/Mvi) Sumber : http://news.liputan6.com

UMKM Serap 57,9 Juta Tenaga Kerja

Tenaga Kerja
Jakarta - Jumlah Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia terus bertambah setiap tahunnya. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kontribusi sektor UMKM terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai 60,34%.Dari sisi serapan tenaga kerja, UMKM mampu menyerap tenaga kerja hingga 57,9 juta di berbagai daerah di Indonesia."PDB meningkat dari 57,84% menjadi 60,34% dalam 5 tahun terakhir. Serapan tenaga kerja pada sektor ini juga meningkat dari 96,99% menjadi 97,22% pada periode yang sama. Kemudian pada tahun 2014, jumlah pelaku UMKM di Indonesia mencapai sekitar 57,9 juta," jelas Wakil Ketua Umum Kadin Bidang UMKM, Koperasi dan Ekonomi Kreatif Erik Hidayat dalam Rakernas Kadin bidang UMKM, Koperasi dan Ekonomi Kreatif di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta Pusat, Senin (21/11/2016).Perkembangan UMKM ke depan masih harus terus dilakukan dengan berbagai inovasi. Sehingga produktivitas UMKM di Indonesia ke depan bisa bertambah dan bisa bersaing dengan UMKM di luar negeri."Kita sepakati bahwa pengembangan UMKM sangat terkait dengan inovasi dan daya dukung ekonomi kreatif. Tanpa upaya untuk lebih meningkatkan kreativitas yang inovatif peningkatan pertumbuhan UMKM akan terhambat dan kalah bersaing dengan produk UKM dari luar negeri," tutur Erik.Sumbangsih ekonomi kreatif terhadap PDB di tahun 2019 juga ditargetkan mencapai 7,5% di 2019. Dengan adanya target tersebut, perkembangan ekonomi kreatif di Indonesia semakin baik."Pemerintah menargetkan kontribusi PDB Ekonomi Kreatif mencapai 7%-7,5% dan peningkatan devisa negara mencapai 6,5%-8% hingga tahun 2019," kata Erik. (drk/drk).Sumber : detik finance

Riset: UKM Indonesia Belum Sadar Teknologi

Teknologi
Meski pemerintah sudah mempunyai visi untuk mendukung perkembangan ekonomi digital, survei justru menyebut pengusaha kecil dan menengah di Indonesia belum banyak yang sadar pentingnya penerapan teknologi informasi dan komunikasi (ICT).International Data Corporation (IDC) mengelompokkan tingkat kemapanan penerapan ICT menjadi lima tahap, yakni Ad Hoc, Opportunistic, Repeatable, Managed, dan Optimized. Analis Senior IDC Indonesia Mevira Munindra, mengatakan Indonesia masih berada di tingkat Ad Hoc menuju Opportunistic.Dalam tingkatan Ad Hoc, penerapan ICT masih terbatas dan bersifat eksperimental. Pengusaha Indonesia masih dalam taraf mencoba-coba menerapkan ekonomi digital dalam bisnisnya."Tantangan kita adalah membawa Indonesia ke tingkat Managed dan Optimized," ujarnya dalam paparan mengenai ekonomi digital di Jakarta, Kamis (28/7).IDC memperkirakan total pengeluaran terkait ICT dari sektor UKM hanya akan mencapai US$1.5 miliar pada akhir 2016. Jumlah itu hanya sedikit jika dibandingkan dengan perkiraan total pengeluaran di bidang yang sama secara umum, yakni US$29,5 miliar.Mevira menjelaskan, perkiraan angka pengeluaran di sektor UKM itu masih didominasi pada aplikasi telekomunikasi dan peranti keras yang bersifat sederhana, mulai dari telepon seluler hingga komputer dan layanan yang alakadarnya."Berdasarkan kebutuhan, UKM membutuhkan kecepatan yang tinggi dan biaya yang lebih rendah. Dari perilaku yang kami teliti, walaupun ada produk yang memenuhi standar konsumen, pengusaha lebih memilih layanan yang lebih rendah jika harganya lebih murah" ujarnya.Para pengusaha di Indonesia, kata Mevira, masih memprioritaskan efisiensi biaya. Berdasarkan survei, sebanyak 22 persen UKM mengutamakan aspek tersebut, diikuti 20 persen yang mengutamakan adaptasi ICT dan 15 persen yang mengutamakan alat manajemen lebih baik.Artinya, sudah mulai ada pergerakan menuju penerapan ICT yang lebih baik. Namun, masih jauh untuk menuju tingkat adopsi yang mapan.Sumber : CNN Indonesia

Impor Bahan Baku UKM Berorientasi Ekspor Dipermudah

Bahan Baku
Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah (AAGN) Puspayoga menyatakan dukungannya dan berjanji memberikan fasilitas sesuai kewenangannya untuk menyukseskan program Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) pelaku UKM. Hal itu disampaikan Menteri AAGN Puspayoga saat mengunjungi sentra Usaha Kecil Menengah (UKM) berbahan baku tembaga dan kuningan di Dusun Tumang Desa Cepogo, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. "Contoh UKM produktif ini nanti kita fasilitasi bagaimana bahan-bahan baku yang datang dari luar (impor) ini bisa kita berikan insentif," kata Puspayoga melalui keterangan resmi kepada Kompas.com, Kamis (19/1/2017). Menkop juga menekankan pentingnya para pelaku UKM di Desa Cepogo yang selama ini melayani pasar ekspor, pihaknya juga berjanji akan memperkuat kelembagaan koperasi yang sudah terbentuk di wilayah tersebut. "Ada satu badan usaha yang mengelola di sini dalam bentuk koperasi kemudian mengkoordinasikan para perajin, mengumpulkan hasil kerajinan, kemudian mengekspor serta mengurus dari segi pembiayaan, semua terkoordinasi," katanya. Pada kesempatan yang sama Direktur Jenderal Bea dan Cukai Heru Pambudi mengatakan pihaknya siap mendukung upaya pengembangan UKM salah satunya melalui KITE. Dia menjelaskan, KITE merupakan sebuah bentuk insentif fiskal yang diberikan pemerintah melalui Direktorat Bea dan Cukai berupa pembebasan dan atau pengembalian Bea Masuk (BM) dan atau Cukai serta PPN dan PPnBM yang tidak dipungut atas impor barang dan atau bahan untuk diolah, dirakit, atau dipasang pada barang lain yang hasilnya terutama untuk tujuan ekspor. "Kita perlu memberikan dukungan dalam bentuk paket, seperti kebijakan 'one stop service' untuk UKM agar masing-masing pihak tidak jalan sendiri-sendiri. Dari hulu ke hilir," katanya. Kepala Desa Cepogo Mawardi mengatakan, selama ini industri kerajinan kuningan dan tembaga berkembang dengan baik di wilayahnya bahkan banyak menarik kunjungan wisatawan mancanegara. "Biasanya turis asing ingin sekaligus lihat workshop dan show roomnya. Show room ada di sepanjang rumah-rumah di pinggir jalan," katanya. Saat ini ada sekitar 600 pengrajin di desa tersebut dengan 150 di antaranya merupakan anggota koperasi yang sebagian sudah mampu menembus pasar ekspor. "Produk kerajinan diproduksi sesuai pesanan biasanya yang diminati seperti kap lampu untuk pasar Eropa dan Amerika. Kalau untuk nasional yang sedang tren kami banyak mengerjakan kubah masjid," katanya. Sementara itu salah satu pengrajin dan pemilik Daffi Art Gallery Cepogo Muhammad Mansur mengeluhkan masih banyak kendala dalam hal bahan baku. "Karena bahan bakunya impor maka kami perlu dukungan kemudahan KITE itu," katanya. Kedatangan Menteri Puspayoga dan sejumlah pejabat terkait ke desa tersebut merupakan langkah persiapan menjelang peluncuran program KITE yang akan dilaksanakan di Desa Cepogo dan dihadiri oleh Presiden Joko Widodo dalam waktu dekat ini. Menurutnya, KITE dibutuhkan oleh UKM yang berorientasi ekspor untuk mendukung kemudahan usahanya sehingga semakin berkembang di pasar ekspor. Sumber : KOMPAS.com

Upaya Untuk Mengembangkan UKM Indonesia

Pengembangan
UKM memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia. UKM merupakan cikal bakal usaha besar. Sebagian besar usaha besar berawal dari UKM. UKM harus terus dikembangkan agar maju dan punya daya saing di depan usaha besar, sehingga tetap menjadi jantung perekonomian Indonesia yang berkembang. Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Para pelaku UKM sendiri hendaknya juga punya keinginan untuk berkembang. Pemerintah hendaknya dapat memecahkan persoalan klasik yang kerap kali menerpa UKM. Yakni akses ke pasar, akses ke modal, akses ke teknologi. Selain masalah kondisi kerja, promosi usaha baru, akses ke informasi, kualitas produk dan sumberdaya manusia, layanan pengembangan usaha dan klaster, jaringan bisnis dan daya saing. Beberapa upaya dapat dilakukan untuk mengembangkan UKM. Antara lain: 1. Menciptakan iklim usaha yang kondusif Jika ini tugas pemerintah, yang hendaknya dilakukannya adalah mengusahakan ketenteraman dan keamanan berusaha serta penyederhanaan prosedur perizinan usaha, dan keringanan pajak. 2. Bantuan permodalan Jika ini tugas pemerintah, yang hendaknya diupayakan adalah memperluas skema kredit alias disediakannya pinjaman khusus, yakni yang syarat-syaratnya tidak memberatkan. Kredit khusus ini disediakan sektir jasa keuangan formal maupun non-formal, dan bukan hanya lembaga keuangan mikro perbankan seperti bank perkreditan rakyat dan BMT, serta lembaga keuangan non-perbankan seperti leasing dan modal ventura. Termasuk di dalamnya penjaminan kreditnya. 3. Perlindungan usaha Jenis-jenis usaha tertentu, terutama yang tradisional dan dilakukan oleh golongan ekonomi lemah, haruslah mendapatkan perlindungan dari pemerintah. Baik melalui undang-undang maupun peraturan di bawahnya. 4. Pengembangan kemitraan Perlu dikembangkan kemitraan antar-UKM dan antara UKM dan pengusaha besar di maupun di luar negeri untuk menghindarkan monopoli. 5. Pelatihan Pemerintah perlu meningkatkan kegiatan pelatihan bagi pelaku UKM, terutama yang menyangkut kewiraswastaan, manajemen, administrasi dan pengetahuan serta keterampilan dalam pengembangan usahanya. Membentuk lembaga khusus. Yang dimaksud adalah lembaga yang mengkoordinasikan semua kegiatan pengembangan UKM. Lembaga ini sekaligus juga berfungsi mencari solusi untuk mengatasi permasalahan internal dan eksternal yang dihadapi UKM. 6. Memantapkan asosiasi Asosiasi yang telah ada perlu diperkuat. Maksudnya untuk meningkatkan perannya sebagai pengembang jaringan informasi usaha yang sangat dibutuhkan UKM anggotanya. 7. Mengembangkan promosi Guna lebih mempercepat proses kemitraan antara UKM dan usaha besar, diperlukan media khusus untuk mempromosikan produk-produk UKM. 8. Mengembangkan kerjasama yang setara Maksudnya adalah kerjasama atau koordinasi yang serasi antara pemerintah dan dunia usaha (UKM) untuk menginventarisasi berbagai isu mutakhir terkait perkembangan usaha. 9. Mengembangkan sarana dan prasarana Perlu disediakan lokasi usaha bagi UKM di tempat-tempat strategis. SUMBER : Kom. Pengusaha Muslim

Strategi Keuangan untuk Usaha Kecil dan UKM

Keuangan
Bagi para pelaku usaha, khususnya usaha kecil dan menengah, strategi keuangan menjadi faktor penting yang harus diperhatikan dalam upaya menjaga kestabilan dan mengembangkan usaha ke arah yang lebih baik. Pada kenyataannya di lapangan, banyak pelaku usaha kecil yang kerepotan mengatur strategi keuangan perusahaannya. Padahal, jika dicermati dengan baik, pengaturan keuangan usaha tidaklah sesulit yang dibayangkan. Nah, berikut ini adalah lima strategi keuangan yang bisa diterapkan pada usaha/bisnis kecil Anda. 1. Pisahkan uang pribadi dari uang usaha Dalam mengelola sebuah usaha, terlebih usaha kecil, kita harus pandai memisahkan antara uang pribadi dengan uang usaha. Jangan sampai uang yang dipakai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari ternyata diambil dari kas usaha. Jika penggunaannya bercampur, maka keuangan perusahaan tidak bisa termonitor dengan baik. Jangan heran kalau nantinya kas/modal perusahaan berkurang atau bahkan habis karena dipakai untuk keperluan pribadi. Strategi keuangan yang bisa diterapkan untuk mengantisipasi tercampurnya keuangan pribadi dan perusahaan adalah dengan membuat dua rekening yang terpisah. Dengan begitu, arus keluar masuk kas akan terlihat lebih jelas. 2. Buat anggaran keuangan yang jelas Setiap usaha haruslah mempunyai anggaran yang jelas. Dengan adanya anggaran tersebut, perusahaan dapat memastikan pengeluaran rutinnya dan bisa memproyeksi kondisi finansial perusahaan di masa mendatang. Hal ini penting sebagai dasar pengelolaan pendapatan usaha. 3. Pencatatan keuangan yang teratur Dalam mengatur strategi keuangan usaha kecil, Anda juga harus melakukan pencatatan keuangan secara teratur. Lakukan pencatatan secara terperinci mencakup berbagai pengeluaran, pemasukan, utang, dan piutang. Dengan pencatatan tersebut, Anda akan memiliki data yang lengkap sebagai basis analisis, jika di masa mendatang terjadi permasalahan keuangan. 4. Porsi keuangan diatur dengan jelas Salah satu ciri strategi keuangan usaha kecil yang baik adalah mampu mengatur porsi keuangan perusahaan secara proporsional. Hal ini tentunya hanya bisa dilakukan jika usaha Anda sudah menjalankan sistem pencatatan keuangan yang jelas. Pengaturan porsi keuangan ini nantinya akan dilakukan pada beberapa sektor pengeluaran, mulai dari biaya operasional, gaji pegawai, dana pengembangan usaha, hingga jumlah laba yang ditabung. Usahakan untuk mengatur porsi keuangan ini secara tepat. Jangan sampaimisalnyauntuk memberikan pelayanan prima, Anda mengalokasikan dana operasional terlalu besar dan mengakibatkan berkurangnya tabungan atau dana pengembangan usaha. Untuk usaha kecil, pengaturan porsi keuangan yang biasanya digunakan adalah 30% biaya operasional, 30% gaji, 30% dana pengembangan, dan 10% untuk dana tabungan. Meski tentunya, pengaturan porsi keuangan ini bisa disesuaikan dengan kondisi usaha masing-masing. 5. Aliran uang kas lancar Aliran uang kas yang lancar merupakan salah satu bukti bahwa bisnis yang dijalankan berada dalam kondisi yang sehat. Salah satu hal yang dapat menghambat kelancaran arus kas perusahaan adalah jika ternyata pengeluaran perusahaan lebih besar daripada pendapatan yang dihasilkan. Kalaupun dalam situasi tertentu, keuangan perusahaan dalam kondisi minus akibat terlalu besarnya pengeluaran, Anda harus mampu memutuskan pos-pos pengeluaran mana saja yang harus dipangkas. Demikian tadi sedikit ulasan mengenai strategi keuangan bagi sahabat yang mengelola usaha kecil dan menengah. Cobalah untuk menerapkan strategi tersebut di perusahaan Anda, mudah-mudahan kondisi keuangan usaha Anda bisa menjadi lebih baik. Selamat mencoba! Sumber : Sahabat Pegadaian

Strategi Bisnis UKM - Pemasaran yang Efektif untuk UKM (Usaha Kecil Menengah)

Pasar
Strategi Bisnis UKM Terbaru, tingginya tingkat pertumbuhan ekonomi di Indonesia yang mencapai di atas enam persen (6,5%), membuat potensi sektor UKM (Usaha Kecil Menengah) masih relatif tinggi di Indonesia. Berbicara mengenai pemasaran UKM, menurut salah satu penelitian pada perguruan tinggi di Inggris ternyata pemasaran UKM cenderung terjadi secara spontan, apa adanya dan tidak terarah. Salah satu alasannya adalah karena model perencanaan strategi pemasaran UKM adalah lebih fleksibel dan tidak terlalu pusing dengan perencanaan yang berbelit-belit (Parrot, 2010). Untuk skala bisnis kecil seperti UKM tentunya memiliki strategi pemasaran yang berbeda dengan perusahaan besar. UKM biasanya memiliki budget pemasaran yang terbatas, sehingga diperlukan kreatifitas untuk menemukan cara yang efektif dalam memasarkan produk atau jasa dengan biaya pemasaran yang rendah atau bahkan tidak memerlukan biaya. Berikut ini langkah sederhana strategi bisnis UKM terbaru pemasaran yang efektif untuk UKM: Membuat produk yang unik dan memiliki kelebihan dibandingkan produk lain yang sejenis. Pesaing ada dimana-mana, jika produk atau jasa yang ditawarkan tidak memiliki kelebihan, maka akan sulit bersaing. Produk yang berkualitas saja tidak cukup, produk juga harus bisa memenuhi kebutuhan konsumen. Seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi, tentunya kebutuhan konsumen pun ikut berubah, jika produk kita lambat berinovasi maka akan tertinggal dengan produk pesaing. Dekat dengan pelanggan yang sudah ada dan terus menerus mendapatkan pelanggan yang baru. Dalam mengembangkan usaha kecil, harus terus menerus mencari pelanggan baru, sekaligus juga bagaimana membuat suasana yang menyenangkan bagi pelanggan yang sudah ada. Jadilah sahabat pelanggan, layani dengan keramahan, jika tidak mereka akan membicarakan hal negatif mengenai produk kita. Me-maintain pelanggan yang sudah ada (existing) bisa dilakukan dengan cara memberikan sesuatu secara gratis kepada pelanggan existing, sebagai imbalan agar mereka tetap mengontak kita, dengan cara ini kita dapat selalu berhubungan dengan pelanggan. Manusia memiliki ingatan terbatas, setelah kita mengadakan kontak awal, sebaiknya kita melakukan follow up kontak secara teratur. Jika dalam sebulan kita tidak melakukan kontak, kemungkinan besar pelanggan akan melupakan produk kita. Menemukan cara yang paling baik untuk menarik pelanggan baru dalam usaha kecil dapat dilakukan hal-hal sebagai berikut : a. Bergabung dengan jaringan sosial. b. Menawarkan produk gratis sebagai tester produk. c. Dorong calon pelanggan kita supaya memberikan informasi kontak mereka. Berikan alasan supaya mereka mengontak kita, misalnya e-book gratis. Ketika calon pelanggan telah memberikan informasi kontak mereka, follow up secara reguler untuk membangun kredibilitas perusahaan kita dan memperjelas nilai produk atau jasa kita. Melakukan publikasi di tempat-tempat yang banyak dikunjungi oleh calon pembeli potensial. Mini display merupakan tempat yang tepat untuk melakukan promosi produk yang dihasilkan oleh UKM, dengan memamerkan contoh produk dilengkapi informasi tentang harga, bahan baku dan lain-lain. Setelah melakukan publikasi produk, sebaiknya kita telusuri dari mana para pelanggan mengetahui produk atau jasa kita. Informasi ini penting, untuk mengetahui program pemasaran mana yang efektif dan mana yang kurang efektif, sehingga kita dapat menentukan perubahan strategi berdasarkan hasil temuan tersebut. Memanfaatkan e-commerce dalam pemasaran produk UKM E-commerce atau internet marketing merupakan sarana promosi produk melalui internet, dengan memanfaatkan e-commerce, bisnis memiliki peluang untuk menjangkau pasar yang luas bahkan global. E-commerce dalam dunia bisnis dapat mendukung pemotongan rantai distribusi, sehingga konsumen dapat memperoleh suatu produk dengan harga murah. Contoh perusahaan-perusahaan yang sukses dengan memanfaatkan e-commerce antara lain Dell computer, Wall-mart dan sebagainya. Pemasaran produk dengan e-commerce memiliki beberapa manfaat antara lain, murah dan efisien, memiliki akses tanpa batas, dan memperpendek jarak distribusi produk. Menyusun pesan pemasaran yang tepat saat mempromosikan produk. Pesan pemasaran yang tepat sangat penting untuk mendapatkan atensi dari calon pelanggan, caranya adalah sebagai berikut: a) Buatlah pesan pemasaran yang menggambarkan keunikan dan daya tarik produk dan yang membuat calon pelanggan mengontak kita. b) Sesuaikan pesan pemasaran dengan masalah yang dihadapi calon pelanggan sehingga mereka akan memperhatikan. c) Gunakanlah pesan pemasaran yang cerdas, baik dalam meeting, bertelfon, surat menyurat maupun dalam website. Para pelaku UKM telah mengadopsi strategi pemasaran praktis menjadi lebih teoritis yaitu dengan melakukan inovasi strategi pemasaran. Beberapa contoh inovasi tersebut antara lain dengan melakukan pemasaran yang terintegrasi, fokus pada variabel pemasaran, fokus pelanggan, fokus pasar, modifikasi dan memiliki cara yang unik dalam melakukan pemasaran (ODwyer, 2009). Banyak para pebisnis sukses yang mengatakan bahwa salah satu kunci sukses suatu bisnis terletak pada penjualan, dan kunci sukses mendapatkan penjualan sesuai harapan terletak pada pemasaran. Oleh sebab itu, apabila Anda baru memulai bisnis tentunya Anda membutuhkan strategi pemasaran bisnis yang paling jitu untuk mendapatkan penjualan dan dapat meraih kesuksesan dalam berbisnis. Dalam berbisnis, pemasaranlah yang menjadi ujung tombak. Tanpa menjalankan strategi pemasaran yang bagus, bisnis akan sulit untuk berkembang dengan baik. Sebaik apapun kualitas produk Anda, namun jika tidak dibarengi dengan kemampuan untuk memasarkannya secara efektif maka bisnis yang Anda jalankan hanya akan jalan di tempat. TIPS STRATEGI BISNIS UKM TERBARU Menjalankan bisnis apapun itu, persaingan bisnis sudah pasti ada. Untuk itulah para pelaku bisnis membutuhkan strategi pemasaran yang jitu untuk bisa menerobos ketatnya persaingan. Berikut ini adalah beberapa strategi pemasaran bisnis untuk bisnis yang masih baru yang dapat Anda lakukan untuk memasarkan produk Anda. 1. Perkuat Nama Brand Bisnis Strategi pemasaran bisnis yang pertama bukan tentang seberapa besar keuntungan yang dapat Anda raih maupun seberapa banyak laba yang bisa Anda rengkuh dalam jangka waktu dekat. Namun, yang penting disini adalah seberapa besar brand dan kekuatan produk yang sedang Anda jalankan sehingga dapt berpotensi untuk menghasilkan penghasilan dalam jangka waktu yang panjang. 2. Pelajari Banyaknya Kompetitor Anda Tidak ada hal lain yang lebih sulit dan juga lebih mudah selain Anda mencoba untuk mendalami dan mengetahui lebih dalam mengenai kompetitor yang menjadi saingan Anda dalam berbisnis. Mengetahui disini artinya mengetahui apa kelebihan dan kelemahan kompetitor tersebut. Jika Anda mengetahui apa yang menjadi kelebihan dari kompetitor tersebut maka Anda bisa mencontohnya, dan sebaliknya jika Anda mengetahui kelemahan kompetitor tersebut maka jauhilah. 3. Aktif Dalam Berpromosi Promosi erat kaitannya dengan penguatan brand produk dan peningkatan nilai dimata para konsumen. Semakin efektif nilai pemasaran dan promosi yang Anda jalani serta di aplikasikan maka akan semakin besar pula peluang keuntungan yang akan Anda dapatkan. 4. Pelajari Kebiasaan Konsumen Untuk memberikan pelayanan yang terbaik maka Anda perlu untuk mengetahui layanan dan juga kebiasaan dari konsumen dalam membeli produk yang Anda jual. Dengan mempelajari kebiasaan dari konsumen dan menyerap hasil transaksi maka secara tidak langsung Anda bisa merangkul konsumen Anda menjadi lebih erat lagi agar lagi sehingga lebih loyal dan nyaman. Kondisi seperti itulah yang berpotensi untuk menghasilkan keuntungan lebih banyak dalam jangka waktu yang lebih lama lagi. Itulah beberapa strategi pemasaran untuk bisnis baru yang dapat Anda terapkan. Semoga bermanfaat dan salam sukses! Sumber: bisnisukm.id

Kontribusi UMKM Terhadap PDB Tembus Lebih Dari 60 Persen

Tenaga Kerja
Kontribusi sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) terhadap produk domestik bruto (PDB) semakin menggeliat dalam lima tahun terakhir. Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) mencatat kontribusi sektor UMKM meningkat dari 57,84 persen menjadi 60,34 persen. Tak hanya itu, sektor UMKM juga telah membantu penyerapan tenaga kerja di dalam negeri. Serapan tenaga kerja pada sektor UMKM tumbuh dari 96,99 persen menjadi 97,22 persen dalam periode lima tahun terakhir. Dengan banyaknya tenaga kerja yang diserap, Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) menilai, sektor UMKM mampu meningkatkan pendapatan masyarakat. Dengan demikian, UMKM dianggap memiliki peran strategis dalam memerangi kemiskinan, dan pengangguran. "Di Indonesia, UMKM selain berperan dalam pertumbuhan pembangunan dan ekonomi, juga memiliki kontribusi yang penting dalam mengatasi masalah pengangguran," ucap Wakil Ketua Umum Kadin Bidang UMKM, Koperasi, dan Ekonomi Kreatif, Erik Hidayat, Senin (21/11). Di antara UMKM, industri ekonomi kreatif juga tercatat berkontribusi positif dengan pertumbuhan 5,6 persen sejak tahun 2010 hingga 2013. Sumbangsihnya terhadap PDB tercatat mencapai 7,1 persen, serta menyerap 10,7 persen atau sekitar 12 juta total tenaga kerja. Industri ekonomi kreatif ini tumbuh 5,76 persen di tahun lalu atau di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,74 persen, dengan nilai tambah sebesar Rp641,8 triliun atau tujuh persen dari PDB nasional. Pemerintah menargetkan kontribusi PDB Ekonomi Kreatif mencapai 7-7,5 persen hingga tahun 2019 nanti. "Lalu, untuk devisa negara ditargetkan tembus 6,5 persen-8 persen sampai 2019. Peningkatan tersebut dapat menjadi motivasi bagi kami semua untuk mengembangkan sektor ekonomi kreatif yang akan menjadi masa depan negara ini," imbuh Erik. Adapun, dari 15 subsektor ekonomi kreatif yang dikembangkan, tiga di antaranya tercatat berkontribusi paling besar terhadap PDB. Yaitu, kuliner sebesar Rp209 triliun atau 32,5 persen, fesyen sebesar Rp182 triliun atau 28,3 persen, dan kerajinan sebesar Rp93 triliun atau 14,4 persen. "Pengembangan industri kuliner, kerajinan, dan fesyen ini dapat lebih dikolaborasikan dengan pengembangan sektor pariwisata yang sudah menyumbang 10 persen dari total PDB," terang dia. Secara terpisah, Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan Roeslani menyatakan, kontribusi sektor UMKM terhadap ekspor Indonesia tahun lalu hanya 15,8 persen. Angka tersebut tertinggal jika dibandingkan dengan negara Asia Tenggara lainnya. Misalnya, Thailand sebesar 29,5 persen dan Filipina 20 persen. "Akses sektor UMUM terhadap rantai nilai pasok produksi global nyatanya juga minim, yaitu, 0,8 persen. Ini menunjukkan sebagian besar pelaku UMKM tidak memiliki akses dan informasi ke pasar global. Ini merupakan tantangan sekaligus pekerjaan rumah yang harus kami tangani secara bersama," tutur Rosan. Menurut Rosan, bisnis UMKM memang memiliki beberapa kelemahan dalam beroperasi. Misalnya saja, kesulitan pemasaran, akses ke sumber pembiayaan yang sangat terbatas, keterbatasan sumber daya manusia (SDM), kesulitan bahan baku, keterbatasan inovasi dan teknologi. "Upaya perbaikan dalam pengembangan UMKM ini seringkali hanya dijadikan komoditas politik meski cukup banyak Kementerian/Lembaga yang memberikan perhatian pada upaya meningkatkan kemampuan UMKM. Sehingga, pengembangan UMKM tidak optimal dilakukan," pungkasnya. Sumber : CNN Indonesia

5 Teknologi Penting Untuk UKM

Teknologi
Saat ini teknologi dan internet memang menjadi salah satu urat nadi penunjang kesuksesan sebuah bisnis. Tak hanya perusahaan besar saja yang membutuhkan kecepatan teknologi untuk menopang bisnis mereka namun juga UKM. Teknologi dan internet amatlah penting dalam menunjang kesuksesan sebuah bisnis. Adapun teknologi UKM tersebut bisa dilihat dari dua sisi yaitu aplikasi dan produk yang mampu membuat bisnis UKM berjalan efisien serta software dan service yang bisa membantu UKM memperoleh penghasilan baru seperti misalnya e-commerce dan tools social media. Berikut adalah lima solusi teknologi yang penting untuk UKM dalam menunjang kesuksesan bisnis mereka di tahun 2013 ini. Tablet computers Salah satu teknologi penting yang diperlukan untuk UKM adalah tablet computer. Saat ini pengguna tablet computer semakin meningkat jumlahnya dan banyak dari mereka yang melakukan berbagai aktivitas termasuk untuk berbelanja secara online. Saat ini tablet computer merupakan teknologi populer dengan harga terjangkau dengan keunggulan seperti display menarik, touch screens dan built-in video kamera digital. Inovasi nyata dalam solusi mobile device banyak dipengaruhi oleh bisnis usaha kecil dikarenakan mereka tak perlu menunggu approval dan birokrasi untuk bisa menggunakan teknologi baru. Skype awalnya tak terlalu menarik bagi pemilik usaha kecil namun dengan kehadiran iPad dan berbagai tablet android justru membuatnya lebih memberikan keunggulan. Kehadiran skype mempermudah customer service untuk berinteraksi dengan customer mereka. Tanpa diragukan lagi kemajuan dalam teknologi ini mempermudah pemilik bisnis usaha kecil. Business intelligence applications Salah satu teknologi penting untuk UKM adalah business intelligence applications. Istilah big data dipakai lebih sering dalam diskusi mengenai bagaimana manager bisa membuat keputusan bisnis lebih mudah diketahui. Big data bukan hanya untuk perusahaan besar. Big data juga akan memainkan peranan penting untuk bisnis usaha kecil. SMB Technology Group telah mempublikasikan riset mengenai hal tersebut. Riset tersebut menyatakan bahwa sekitar 16 persen dari bisnis usaha kecil dan menengah telah membeli business intelligence solution selama dua tahun terakhir. Sekitar 16 persen dari bisnis usaha kecil dan 28 persen dari bisnis usaha menengah berencana untuk berinvestasi dalam hal ini dalam jangka waktu 12 bulan mendatang. Teknologi ini diyakini memberikan banyak pengaruh untuk kesuksesan UKM. Social media marketing tools Social media marketing tools terkait dengan topik mengenai big data karena interaksi pada social network sangat menarik bagi berbagai bisnis dikarenakan service pada social networks memungkinkan para manager untuk mendapatkan data metrik spesifik seperti siapa, apa, kapan dan mengapa yang tentunya berguna untuk mendapatkan target market dalam strategi marketing. Banyak pemilik usaha kecil yang tak terlalu tertarik pada social media seperti misalnya twitter dikarenakan social media tak terlalu berpengaruh pada marketing di masa lampau dan terkesan membuang waktu. Namun seiring dengan berjalannya waktu dimana email marketing memakan banyak waktu menggunakan social media menjadi salah satu hal penting dan berpengaruh pada marketing. Teknologi internet ini merupakan terobosan yang memiliki banyak pengaruh pada kesuksesan bisnis UKM secara keseluruhan. Cloud-driven storage dan disaster recovery services. Tanpa dipungkiri lagi kedua teknologi ini penting untuk dunia bisnis UKM. Cloud-delivered services menawarkan kemampuan yang sebelumnya tak ada untuk UKM dan tentunya itu amat menarik. Salah satu contoh yang paling penting adalah salesforce.com yang mampu terhubung dengan dunia sales force secara otomatis. Salah satu kategori cloud yang relevan untuk UKM adalah storage,back-up dan disaster recovery solutions. Cloud-based disaster recovery memang logis untuk satu alasan penting yaitu apa intinya memiliki back up server yang berlokasi di site yang sama sebagai salah satu yang diproteksi? Video-enabled collaboration applications Inilah teknologi yang banyak dipakai dalam dunia bisnis.Video chat dan video-enabled IP telephony membuat ekspektasi baru bagi orang untuk berkolaborasi di tempat kerja. Telecommuting saat ini menjadi hal rutin sedangkan video memberikan cara untuk terkoneksi dengan lebih mudah selain face-to-face contact. Faktanya adalah bahwa conference call tanpa video menjadi amat melelahkan dan juga membingungkan tanpa melihat secara visual. Teknologi-teknologi tersebut tentunya akan berpengaruh bagi kesuksesan bisnis jika diimbangi dengan strategi marketing yang relevan dan menunjang. Jika tepat sasaran maka bukan tak mungkin akan terjadi peningkatan sales pada bisnis anda. Sumber : http://blog.sribu.com

Copyright © 2016 - 2018 UMKMPortal.com

Powered by CNPLUS | DoktorTJ.com